JURNAL REFLEKTIF
Doubt/Difference
Apakah ada perbedaan hasil pengukuran tekanan darah berdasarkan lokasi pengukuran di lengan dan di pergelangan kaki?
Description
Pada minggu pertama saya dinas di Ruang Anak Rumah Sakit Pendidikan Tipe A, saya melihat perawat melakukan pengukuran tekanan darah dari berbagai lokasi yang berbeda seperti pergelangan kaki, lengan bawah atau lengan atas. Hal ini menimbulkan pertanyaan pada diri saya, apakah ada perbedaan hasil pengukuran tekanan darah dari setiap lokasi pengukuran ?
Dissection
Berdasarkan yang saya pahami dan ketahui bahwa lokasi pengukuran tekanan darah dapat mempengaruhi hasil yang didapatkan. Saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh maka darah tersebut mengalir melalui pembuluh darah arteri yang bercabang-cabang. Tekanan darah pada saat darah keluar dari jantung (tekanan sistolik) relatif tinggi karena darah dipaksa keluar dengan tekanan dari aorta. Namun, seiring darah mengalir menjauh dari jantung, terjadi penurunan tekanan darah secara bertahap. Ini disebabkan oleh faktor resistensi di arteriol/ kapiler dan cabang-cabang pembuluh darah yang banyak menyebabkan penyebaran dan pembagian volume darah. Karena itu, tekanan darah di anggota tubuh yang jauh dari jantung cenderung lebih rendah dibandingkan di bagian yang dekat dengan jantung.
Discover
Pengukuran tekanan darah merupakan komponen umum dan penting dalam pemeriksaan fisik dan pada anak-anak dan dewasa. Sebelum mengenali tekanan darah normal, tinggi atau rendah, kita harus memastikan pengukurannya akurat. Tekanan darah pada anak-anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti teknik pengukuran, keadaan emosi, dan tingkat aktivitas. Pergerakan subjek dan aktivitas karena rangsangan eksternal dapat mengganggu keakuratan pengukuran tekanan darah (Lim & Kim, 2022).
Pada penelitian Hayes et.al (2019) yang membandingkan pengukuran tekanan darah secara non invasif (NIBP) dan Invasif (IBP) pada anak dengan anastesi ditemukan bahwa perbedaan rata-rata NIBP di lengan dan IBP adalah 7 mmHg, sedangkan di tungkai bawah lebih besar yaitu 8,8 mmHg. Deviasi lebih sering terjadi pada pengukuran di tungkai (27% >10 mmHg) dibanding lengan (20% >10 mmHg).
Penelitian Keidan et al. (2014) menemukan perbedaan tekanan darah sistolik antara lengan dengan lengan bawah atau lengan dengan pergelangan kaki masing-masing dalam kisaran ± 10% pada 63% dan 29% pengukuran, dan dalam kisaran ± 20% pada 85% dan 67% pengukuran. Perbedaan tekanan darah diastolik antara lengan bawah atau lengan dengan pergelangan kaki berada dalam kisaran ± 10% pada 42% dan 44% dan dalam kisaran ± 20% berkisar pada 67% dan 74% pengukuran.
Keidan et al. (2014) menyimpulkan pengukuran NIBP pada lengan bawah dan pergelangan kaki tidak reliabel dan tidak konsisten dengan NIBP yang diukur pada lengan anak-anak yang dibius. Lokasi pengukuran tekanan darah alternatif ini tidak reliabel dalam hal akurasi (perbandingan dengan standar "emas" acuan) dan presisi.
Menurut Moore et al. (2008) Rata-rata pengukuran di betis dan pergelangan kaki lebih tinggi dari lengan (betis +4 mmHg, pergelangan kaki +8 mmHg). Ketidaknyaman yang tertinggi pada pengukuran tekanan darah adalah di area betis dan terendah di area pergelangan kaki .
Shepard et al. (2019) dalam tinjauan sistematis menemukan hasil utama perbedaan pergelangan kaki-lengan dalam posisi terlentang pada populasi umum, tekanan darah sistolik pergelangan kaki 17,0 mmHg (95% CI 15,4 hingga 21,3 mmHg) lebih tinggi daripada tekanan darah lengan, dan perbedaan ini konsisten baik tekanan darah diukur secara bersamaan. Untuk tekanan darah diastolik, tidak ada perbedaan antara tekanan darah lengan dan pergelangan kaki (-0,3 mmHg, 95% CI -1,5 hingga 1,0 mmHg. Tinjauan ini adalah yang pertama memberikan data empiris untuk menentukan perbedaan antara tekanan darah di lengan dengan tekanan darah yang diukur di pergelangan kaki atau betis. Hal ini menunjukkan bahwa pada populasi umum, tenaga medis harus memperkirakan pembacaan sistolik setidaknya 15 mmHg lebih tinggi daripada yang diukur pada lengan dalam posisi terlentang.
Penggunaan alat untuk mengukur tekanan darah (TD) juga menjadi faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran. Menurut (Lim & Kim, 2022), tensimeter air raksa telah menjadi standar emas untuk pengukuran tekanan darah pediatrik terutama untuk menegakkan diagnosis hipertensi. Namun, karena masalah lingkungan, alternatif lain diperlukan. Alat pengukur TD non-invasif sebagian besar dibagi menjadi jenis auskultasi dan osilometrik.
Sfigmomanometer aneroid dengan metode auskultasi yang digunakan saat ini, lebih rendah daripada tensimeter air raksa sehingga menjadi faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran. Tensimeter ini juga memiliki keterbatasan seperti validasi dan kalibrasi rutin, serta sulit diterapkan pada bayi yang tidak dapat mendengar bunyi Korotkoff.
Metode osilometrik menggunakan perangkat otomatis yang menghilangkan kesalahan yang disebabkan oleh pengamatan manusia seperti pada metode auskultasi. Memiliki keuntungan seperti mudah digunakan, namun memiliki masalah akurasi dalam pengukurannya karena dipengaruhi catudaya atau baterai .
Lim & Kim, 2022 menyimpulkan bahawa meskipun perangkat osilometrik banyak digunakan pada anak-anak, namun belum sepenuhnya menggantikan spignomanometer merkury atau metode auskultasi lainnya, terutama untuk konfirmasi hipertensi pada anak. Alat auskultasi aneroid atau perangkat hidrid bisa menjadi alternatif yang baik untuk menggantikan spignomanometer merkury, dan perangkat hybrid memiliki keuntungan yaitu biasanya tidak memerlukan kalibrasi rutin seperti perangkat aneroid. Perlu diskusi lebih lanjut tentang alat pengukur tekanan darah yang dapat menggantikan merkuri. Karena karakteristik kelompok pediatrik yang berkaitan dengan usia bersifat heterogen, perlu dipertimbangkan kembali metode pengukuran tekanan darah yang tepat untuk indikasi ini.
Decision
Berdasarkan discover yang dapat diterapkan jika menemukan hal serupa di masa akan datang yaitu:
1. Lokasi pengukuran tekanan darah yang terbaik yaitu pada lengan atas.
2. Pada pengukuran tekanan darah di lokasi lengan bawah dan pergelangan kaki, hasil tekanan sistolik akan lebih tinggi 10 – 15 mmhg, sehingga perlu kehati-hatian dalam menyimpulkan terutama hipertensi pediatrik. Sedangkan tekanan diastolik tidak ada perbedaan pengukuran pada lengan dan pergelangan kaki.
3. Pada kondisi di bawah pengaruh anastesi lebih akurat jika dilakukan Invasif Blood Pressure hasil ini untuk menghindari hasil keliru terutama pada keadaan hemodinamik yang tidak stabil.
4. Pengukuran tekanan darah pada area betis menimbulkan ketidaknyamanan sehingga perlu dihindari area pengukuran ini.
5. Penggunaan alat ukur untuk tekanan darah juga perlu diperhatikan terutama untuk perangkat yang perlu dikalibrasi, hal ini untuk menghindari kesalahan atau bias dalam pengukuran.
REFERENSI
Hayes, S., Miller, R., Patel, A., Tumin, D., Walia, H., Hakim, M., Syed, F., & Tobias, J. D. (2019). Comparison of blood pressure measurements in the upper and lower extremities versus arterial blood pressure readings in children under general anesthesia. Medical Devices: Evidence and Research, Volume 12, 297–303. https://doi.org/10.2147/MDER.S209629
Keidan, I., Sidi, A., Ben-Menachem, E., Tene, Y., & Berkenstadt, H. (2014). Inconsistency between simultaneous blood pressure measurements in the arm, forearm, and leg in anesthetized children. Journal of Clinical Anesthesia, 26(1), 52–57. https://doi.org/10.1016/j.jclinane.2013.10.005
Lim, S. H., & Kim, S. H. (2022). Blood pressure measurements and hypertension in infants, children, and adolescents: From the postmercury to mobile devices. Clinical and Experimental Pediatrics, 65(2), 73–80. https://doi.org/10.3345/cep.2021.00143
Moore, C., Dobson, A., Kinagi, M., & Dillon, B. (2008). Comparison of blood pressure measured at the arm, ankle and calf. Anaesthesia, 63(12), 1327–1331. https://doi.org/10.1111/j.1365-2044.2008.05633.x
Sheppard, J. P., Albasri, A., Franssen, M., Fletcher, B., Pealing, L., Roberts, N., Obeid, A., Pucci, M., McManus, R. J., & Martin, U. (2019). Defining the relationship between arm and leg blood pressure readings: A systematic review and meta-analysis. Journal of Hypertension, 37(4), 660–670. https://doi.org/10.1097/HJH.0000000000001958
Untari, P. U., & Daindes, T. (2023). 21. Defining the Relationship Between Arm and Leg Blood Pressure Readings: A Systematic Review. Journal of Hypertension, 41(Suppl 2), e5–e6. https://doi.org/10.1097/01.hjh.0000935464.93735.95