Doubt/Difference
Apakah ada perbedaan penggunaan Dot, Cangkir, Syringe dan jari terhadap pemberian Asi Pada Bayi Premature?
Description
Pada minggu pertama saya praktek di Ruang SCN 1 Rumah Sakit Pendidikan Tipe A di Jakarta, saya melihat cara pemberian minum pada bayi menggunakan dot dan syringe, dan tidak melihat yang menggunakan cangkir.
Dissection
Berdasarkan yang saya pahami dan praktekkan sesuai dengan bagan MTBS bahwa bayi di bawah 6 bulan dianjurkan untuk menggunakan cangkir,
Discover
ASI adalah makan terbaik untuk bayi karena mudah dicerna oleh usus bayi serta mengandung nutrisi yang lengkap serta antibodi untuk kekebalan tubuh sehingga mampu mencegah bayi dari berbagai penyakit. Pada bayi-bayi premature atau bayi cukup bulan dengan kondisi belum stabil yang memerlukan perawatan lebih lanjut menyebabkan proses menyusui tertunda. Hal ini menyebabkan pemberian Asi harus dilakukan dengan berbagai metode alternatif seperti dot, cangkir, syringe. Namun berbagai perdebatan terkait dengan penggunaan dot bagi bayi-bayi. Berberapa ahli dan teks book melarang penggunaan dot karena memberikan efek bingung puting ketika bayi akan memulai pada menyusu pada ibunya, sementara beberapa ahli dan jurnal-jurnal menganjurkan penggunaan dot sebagai intervensi untuk merangsang oral motor bayi terutama bayi prematur.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Carmel T. Collins, at all, (2024) di 2 Rumah Sakit Besar dan 54 Rumah Sakit Perifer di Australia sejak 1996 s/d 1999 pada 303 bayi prrematur (<34 minggu) didapatkan hasil bahwa dot tidak mempengaruhi pemberian Asi pada bayi premature dan pemberian Asi menggunakan cangkir secara signifikan meningkatkan kemungkinan bayi mendapatkan ASI penuh saat pulang, tetapi tidak mempengaruhi pemberian ASI dan memperpanjang lama rawat inap.
Pada penelitian lain oleh Merve Cakirli, M.Bayat, A.N.Tekin (2025) yang dilakukan di NICU Eskisehir, Turkey selang waktu Januari 2021 s/d April 2023 pada 39 bayi prematur dengan usia 29-34 minggu didapatkan hasil bahwa bahwa bayi-bayi yang mendapatkan Prematur Infant Oral Motor Intervention (PIOMI) dan pemberian minum melalui dot memiliki waktu rawat inap yang lebih pendek dan mendapatkan konsumsi ASI yang lebih banyak di menit-menit pertama kehidupan.
Penelitian lain oleh Parinaz Shebilouysofla, at all (2022) yang dilakukan di ruangan NICU Al-Zahra Iran selang waktu Februari s/d Oktober 2021 pada 99 bayi prematur usia 30-34 minggu yang membandingkan pemberian asi menggunakan cup (cangkir), syringe dan jari didapatkan hasil bahwa metode pemberian makan menggunakan cangkir menunjukkan tingkat berat badan lebih tinggi dari bayi yang menggunakan jari dan perbandingan antara pemberian makan menggunakan jari dan syringe menunjukkan bahwa metode penggunaan jari, waktu transisi ke menyusui secara signifikan lebih singkat dan mempunyai kenaikan berat badan lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan syringe. Pada penelitian ini dilaporkan bahwa metode pemberian makan menggunakan syringe 1 bayi mengalami bradikardi dan kejadian tersedak pada penggunaan cangkir, syringe dan jari.
Dalam artikel lain yang ditulis oleh Welma Lubbe dan Wilma Ham Baloyi (2017), terkait perdebatan tentang penggunaan dot dan pengaruhnya dalam praktek menyusui menyimpulkan bahwa penggunaan dot/empeng dapat dibenarkan pada situasi tertentu seperti bayi berat badan lahir rendah dan bayi prematur; bayi berisiko hipoglikemia; bayi yang membutuhkan stimulasi oral untuk mengembangkan, mempertahankan, dan mematangkan refleks mengisap pada bayi prematur; dan pencapaian organisasi neurobehavioral. Manfaat medis yang terkait dengan penggunaan empeng meliputi memberikan kenyamanan, berkontribusi terhadap organisasi neurobehavioral, dan mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak. Akan tetapi beberapa Pedoman disajikan untuk menilai dan memandu penggunaan empeng yang aman, untuk desain khusus guna memastikan keamanan, dan untuk penghentian penggunaan setelah 6 bulan untuk mencegah komplikasi seperti otitis media dan maloklusi gigi. Dot adalah alat bantu yang dapat digunakan selama pemisahan ibu-bayi dan untuk mendukung pemberian ASI secara terapeutik. hanya boleh digunakan dalam situasi yang dapat dibenarkan dan dengan bekerja sama atau di bawah pengawasan tenaga kesehatan profesional yang peduli terhadap perlindungan pemberian ASI guna memastikan perkembangan normal anak.
Decision
Berdasarkan discover dapat disimpulkan bahwa
1. Keempat metode dalam pemberian ASI untuk bayi-bayi premature dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan pemberian makan oral pada bayi prematur dan memfasilitasi pemulangan dini mereka dari rumah sakit.
2. Keempat intervensi ini dapat dimasukkan dalam protokol perawatan rutin bayi-bayi premature di ruangan NICU dan perawat harus dilatih dalam penerapannya.
3. Pada penggunaan dot/empeng penting untuk diperhatikan penggunaannya hanya untuk situasi tertentu, tanggal kadaluarsa empeng dan dot tidak melebihi dari enam bulan untuk mencegah terjadinya kejadian otiti media berulang dan maloklusi gigi.
REFERENSI
Carmel T Collins., P. Ryan., C. A Crowther, A. J McPhee,. Susan Paterson, J. E Hiller (2024).
Effect of bottles, cups, and dummies on breast feeding in preterm infants: a randomised controlled trial. BMJ doi: https://doi.org/10.1136/bmj.38131.675914.55
Merve Cakirli, Meral Bayat,. Ayse N. Tekin (2025). Effect of premature infant oral motor intervention (PIOMI) and pacifier intervention on the transition to oral feeding in preterm infants: A randomized controlled study. Japan Journal Of. Nursing Science https://doi.org/10.1111/jjns.70009
Parinaz Alinezhad Shebilouysofla, Manizheh Mostafa Gharebaghi, Niloufar Sattarzadeh Jahdi,. (2022) Effect of cup, syringe, and finger feeding on time of oral feeding of preterm neonate’s: A randomized controlled clinical trial. Journal of Health, Population and Nutrition (2022) 41:52 https://doi.org/10.1186/s41043-022-00336-4
Welma Lubbe1., Wilma ten Ham-Baloyi (2017) When is the use of pacifiers justifiable in the baby-friendly hospital initiative context? A clinician’s guide. BMC Pregnancy and Childbirth https://doi.org/10.1186/s12884-017-1306-8